Sabtu, 30 Juni 2012

Jadwal hari Minggu, 01 Juli 2012

Lomba Marching Band
Lomba Lukis Kyoto - DIY
Sanggar Tari Yoso Budoyo
Komangyo (Komunitas Angklung Yogyakarta)
Danger Estrella Band
Veela Band
Sanggar Tembi, TK Dharma, Sanggar Sekar Ageng
Angklung Poliseni
Sanggar Tari Kembang Sakura
Busta Kids
Komunitas Teater Nusantara Gavatar (Band, Teater, Paduan Suara, Musik)
Princess Star
Direction Crew
Supersandwich
Tugu Akustik Band
Moonlight, Ice Cream & Missel
Gelar Seni Kabupaten Kotamadya

Jumat, 29 Juni 2012

Jadwal hari Sabtu, 30 Juni 2012: 


Peragaan busana dari YDC
Sunflower Band
Ketika Band
Veronica Band
Sanggar Cita Cita - Teater Musikal
Keroncong dangdut Qiu Nada
Gelar Seni Kabupaten Kulon Progo
Divisi Gelar Seni Rakyat - Kethoprak Pakem Budaya di Taman Wisata Kaliurang Pakem Sleman

Sabtu, 23 Juni 2012

FUTURE OF US





PAMERAN DOKUMENTASI SENI BERSAMA MASYARAKAT “FUTURE OF US”


Memasuki gelaran Festival Kesenian Yogyakarta yang ke 24, acara pameran seni rupa yang selalu hadir setiap tahun juga melakukan pembenahan diri di tengah pasang surut penyajian dan pelaksanaannya. Di usia yang hampir seperempat abad itu, acara pameran seni rupa selalu menjadi perhatian yang utama dari komunitas seniman/ perupa di Yogyakarta. Acara ini sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perkembangan seni rupa di wilayah Yogyakarta. Perhatian yang penuh dari para seniman itu di satu sisi menjadikan acara FKY sebagai acara yang ditunggu, tapi di sisi lain juga melahirkan banyak kritik sebagai bentuk kepedulian seniman terhadap acara rutin yang menjadi salah satu penanda perkembangan seni rupa di Yogyakarta. 

Sebuah survey yang disebut dengan Survey Most Livable City Index 2011 menunjukkan bahwa kondisi kota-kota besar di Indonesia berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Dari survey itu, kota Yogyakarta menempati posisi pertama berbarengan dengan kota Denpasar sebagai kota besar yang paling nyaman dihuni di Indonesia. Salah satu yang menjadi point penting dari kota Yogyakarta adalah karakter penduduknya yang ramah, lembut, dan mudah mengikuti aturan. Masyarakat yang disurvey juga menyatakan bahwa pencapaian pembangunan di Yogyakarta dilakukan bersama-sama antara pemerintah daerah dengan warga masyarakatnya.

Yogyakarta mempunyai geliat kegiatan seni budaya yang dinamis. Dinamika gerakan seni budaya itu didukung oleh keberadaan seniman beserta aktivitasnya yang seringkali terjun langsung dalam masyarakat. Melalui gerakan-gerakan kreatif, para seniman menjadi agen-agen perubahan sosial baik secara langsung maupun tidak langsung. Di Yogyakarta beberapa komunitas seniman membuat ruang-ruang alternatif di tengah-tengah lingkungan masyarakat, seperti di pedesaan, jantung-jantung perkotaan, dan sebagainya. Begitu juga dengan projek-projek seni yang dilakukan bersama-sama antara masyarakat dengan seniman.

Dalam konteks inilah, FKY ke 24 ini merasa perlu untuk menampilkan gerakan seni yang bersinggungan dengan aktivitas gerakan sosial dan budaya dalam masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara pameran seni rupa yang menjadi bagian dari rangkaian festival kesenian, idealnya festival menjadi media perayaan bagi para pelaku dan penikmatnya. Semangat festival diharapkan dapat memberikan ruang bagi semua bentuk ekspresi seni dan budaya masyarakat dan seniman dalam sebuah peristiwa bersama. Acara pameran kali ini mencoba untuk memberikan tempat lebih besar bagi apresiasi masyarakat Yogyakarta dan umum. 

Pameran seni rupa dalam FKY kali ini mengambil tema “Future of Us”. Tema ini merupakan tawaran kepada para komunitas seniman untuk memberikan kontribusi terhadap masyarakat dalam hal gagasan, harapan, dan imajinasi mengenai masa depan kota Yogyakarta dalam konteks hidup bersama masyarakat. Gagasan dari pameran ini adalah melihat kembali kontribusi seniman (perupa) di Yogyakarta dalam memberikan semangat positif melalui karya seni rupa kepada masyarakat umum tentang imajinasi, harapan, dan gagasan akan kualitas hidup yang lebih baik di masa depan. Kontribusi ini melihat beberapa aspek: (a) Hidup berdampingan; bahwa kehadiran ‘orang lain’ dalam kehidupan bermasyarakat kita semakin tak terhindarkan. Kemampuan bangsa ini dalam membangun toleransi masih sangat relevan dihadirkan untuk membangun imajinasi bersama mengenai masa depan kita yang lebih baik. (b) Kualitas hidup yang lebih baik; bahwa kualitas hidup yang mendasar bagi seluruh masyarakat meliputi aspek-aspek yang juga mendasar, seperti lingkungan yang sehat (bebas polusi, ruang publik yang nyaman, dsb), makanan yang sehat, kehidupan sosial yang sehat, pendidikan yang bermartabat, kesehatan yang berkualitas dan murah. (c) Melihat kembali kearifan lokal dalam masyarakat dan tantangan perkembangan hari ini, sebagai bagian dari menyusun masa depan bersama. (d) Menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam produksi seni, sebagai mitra, audiens, dan pembangun kesadaran bersama. (e) Memberikan ruang bagi gerakan-gerakan alternatif yang hadir saat ini yang walaupun kecil namun mempunyai potensi dalam memberikan kontribusi untuk masa depan. Pendidikan alternatif, kesehatan alternatif, gaya hidup alternatif, ruang seni alternatif, dan gerakan-gerakan alternatif lainnya. (f) Menghadirkan pula kerja-kerja seni yang mampu meningkatkan kualitas hidup pemirsanya melalui selera, etika, dan estetika. 

MEMECAH RUANG RUANG ‘RITUAL’ PENIKMATAN KARYA SENI RUPA

Bentuk pameran kali ini dibuat agak lain, yaitu dengan memecah ruang ‘ritual’ penikmatan karya seni di ruang-ruang bersama masyarakat. Beberapa komunitas seniman menggunakan ruang-ruang yang tidak biasa digunakan sebagai ruang pamer untuk mengetengahkan karya seninya ke masyarakat. Diharapkan dari proses ini akan tercipta interaksi dengan publik masyarakat dan memberikan ruang apresiasi yang lebih luas. Beberapa ruang yang digunakan antara lain pos ronda, ruang heritage, jalanan, sekolah dasar, lokasi-lokasi penting dalam kampung-kampung, ruang-ruang untuk transportasi publik, pusat perbelanjaan, dan sebagainya. 25 komunitas ambil bagian dalam projek kali ini. Mereka adalah Tangan Reget, Titik Api, VCY (Volkwagen Club Yogyakarta), Ketjil Bergerak, Sanggar Anak Kampung Indonesia, Sanggar Anak Alam, Kelas SD Nggeneng, Komunitas SD Lempuyangan 1, Barak Seni Stefan, Postropic, Mulyakarya, Sculpcrut, DEKA-EXI(S) Project, Romantic Artvisory, Nine, Paguyuban Sidji, Abdul Syukur dan Komunitas Batik Giriloyo, X-Merk, Bendera, Perahu Art Connection, Co-V Toraja, Street Art Metro Monster, Print Making Remedi, dan YK Logos.

Yang menarik adalah beberapa kelompok seniman muda itu mencoba untuk bekerja sama dengan masyarakat melalui caranya masing-masing. Mereka ada yang menggunakan ruang bersama masyarakat seperti pendopo kampung, pos ronda, gedung bekas sekolah dasar, jalanan, ruang transportasi publik, ruang heritage, lembaga pemasyarakatan dan sebagainya untuk mempresentasikan karya dan menyelenggarakan ruang pertemuan kreatif dengan masyarakat.

Selasa, 19 Juni 2012

Jadwal FKY XXIV

Serangkaian kegiatan Festival Kesenian Yogyakarta XXIV Tahun 2012 dapat dilihat atau diunduh melalui link di bawah ini:

UNDUH JADWAL DI SINI

Datang dan ramaikan FKY tahun ini dengan semangat seni untuk rakyat  :)


Rabu, 13 Juni 2012

FKY Mampir Mall


Belum ada rencana untuk Jumat ini? Ke Amplaz aja.. ada pre-event dari Festival Kesenian Yogyakarta (FKY XXIV tahun 2012) yang sayang dilewatkan :)

FKY MAMPIR MALL 
Jum'at, 15 Juni 2012, Pukul 15.00 - 20.00 WIB
Hall A Lantai 2 Plaza Ambarukmo Yogyakarta

Saksikan penampilan dari Deaf Art Community, Ansambel Musik Anak Remaja Yogyakarta (AMARY), Sulap "Santo Angsa", Komunitas Hip Hop, Komunitas Samantraya, Tugu Band Akustik, Rumah Bunyi, Coke'an, Komunitas Magician Jogja, dan RJ Acoustic.

Be there, pals.. :)

Acoustic Competition FKY XXIV





Syarat dan Ketentuan Acoustic Competition FKY XXIV:


Syarat:
Kompetisi ini terbuka untuk umum.
Peserta diwajibkan menyertakan fotokopi Kartu Identitas.
Peserta diwajibkan menyertakan profil band.
Tidak ada pembatasan genre dari band peserta
Band minimal beranggotakan 2 orang dan maksimal 5 orang
Komposisi dan jumlah dari masing masing anggota band bebas
Nama band haruslah sopan tidak berbau SARA, porno, dan asusila.
Band peserta dibolehkan membawa alat musik pribadi.
Pendaftaran peserta paling lambat tanggal 25 Juni 2012.


Ketentuan:
Peserta akan membawakan 2 lagu dengan rincian :
   a. Lagu Wajib :
       - LIR  ILIR
       - GUNDUL GUNDUL PACUL
       - SUWE ORA JAMU
   b. Membawakan 1 lagu bebas maksimal durasi 5 menit
Waktu yang diberikan untuk tiap band adalah 11 menit.
Waktu tersebut merupakan waktu bersih terhitung check sound.
Peserta WAJIB datang ke lokasi paling lambat 20 menit sebelum naik panggung.
Diharuskan berbusana sopan.
Band yang tidak hadir tanpa konfirmasi akan dieliminasi.
Jika terjadi kerusakan pada alat yang disediakan, band yang bersangkutan harus bertanggung jawab.


Pengumuman finalis band yang lolos dan tampil di AKUSTIK PARADE akan di beritahukan setelah performance band terakhir. Peserta diharapkan tetap hadir hingga waktu pengumuman.


Kriteria Penjurian (Poin Penilaian 10 – 100):
Arransemen : Musikalisasi
Instrument : Penguasaan Alat
Keselarasan : Harmonisasi
Penampilan : Perform


Hadiah:
Juara I : Trophy + Piagam, dari KAPOLDA DIY
Juara II : Trophy + Piagam, dari KAPOLDA DIY
Juara III : Trophy + Piagam, dari KAPOLDA DIY


Juri:
1. I Gusti Ayu Wiryaningtyas ,S.sn (FKY)
2. Dalam konfirmasi
3. Dalam konfirmasi



Sekretariat Panitia Lomba Dan Wokshop FKY
TAMAN BUDAYA YOGYAKARTA
Jl. Sriwedari No. 1 Telp. 0274 – 7128280
Contact Person : 0856 255 0 883

TERTAWA SEBENTAR (Stand Up Comedy)




Syarat dan Ketentuan  'TERTAWA SEBENTAR' Stand Up Comedy Competition FKY XXIV 

 Syarat:
  • Kompetisi ini terbuka untuk umum.
  • Peserta minimal berumur 17 tahun.
  • Peserta diwajibkan menyertakan profil komik.
  • Peserta tidak dipungut biaya.
  • Pendaftaran peserta paling lambat tanggal 19 Juni 2012.


Teknis Perlombaan
  • Peserta harus hadir 20 menit sebelum acara dimulai                  
  • Bagi peserta yang nomor undiannya dipanggil 3 kali berturut-turut namun tidak juga tampil,akan dinyatakan gugur atau mengundurkan diri.
  • Peserta yang dipanggil sampai tiga kali dan tidak hadir maka dinyatakan gugur.
  • Waktu peserta untuk menunjukan kemampuannya (stand up comedy) 10 menit.
  •  Peserta yang tampil melebihi waktu yang telah ditentukan akan dikurangi poinnya sebanyak 10 poin
  •  Peserta berstand up comedy tidak boleh menggunakan alat bantu (media) kecuali pengeras suara yang  disediakan oleh panitia
  •  Peserta berstand up comedy menampilan komedinya berdasarkan tema “All About Jogja”
Kriteria Penjurian (Poin Penilaian 10 – 100)
  • Kekocakan                            
  • Orisinalitas Ide    
  • Mimik dan Ekspresi

Juri :
1.  Susanto, S.Sn (FKY)
2.  Dalam konfirmasi
3.  Dalam konfirmasi



Hadiah:
Juara I     : Trophy dari GKR Hemas + Piagam Penghargaan dari Dinas Budaya & Pariwisata
Juara II    : Trophy dari GKR Hemas + Piagam Penghargaan dari Dinas Budaya & Pariwisata
Juara III   : Trophy dari GKR Hemas + Piagam Penghargaan dari Dinas Budaya & Pariwisata


Sekretariat Panitia Lomba Dan Wokshop FKY
TAMAN BUDAYA YOGYAKARTA
Jl. Sriwedari No. 1 Telp. 0274 – 7128280

Contact Person : 0896 7203  8026 (pin bb: 21EE4482)     


UNDUH FORMULIR DISINI